Jiwa Pancasila Membara, Tim Pidato Trio “Pithik Jago” MAN 1 Kota Malang meraih Runner Up di Ajang Lomba Pidato Trio Tingkat Nasional di Surabaya

Jiwa Pancasila Membara, Tim Pidato Trio “Pithik Jago” MAN 1 Kota Malang meraih Runner Up di Ajang Lomba Pidato Trio Tingkat Nasional di Surabaya

Nuansa nasionalisme dan semangat perjuangan begitu terasa di Gedung Juang 45 yang berlokasi di Universitas 45 Surabaya, Sabtu, 12 Oktober 2024. Lomba Pidato dan Monolog ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Kesaktian Pancasila yang diprakarsai oleh beberapa lembaga yakni Dewan Harian 45 Kota Surabaya, Dewan Harian 45 Provinsi Jawa Timur, CSIS Surabaya, MGMP Sejarah Provinsi Jawa Timur, serta Pendidikan Sejarah UNESA. Kegiatan ini dihadiri oleh 10 finalis dan juga aktivis sejarah perjuangan bangsa.

 10 Grand Finalis berhasil terpilih menyisihkan 55 peserta yang berasal dari berbagai provinsi, ada yang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Kalimantan. Para Grand Finalis dihadirkan untuk menampilkan secara langsung Pidato dan Monolog di hadapan juri. Selanjutnya, sajian ini akan diakumulasikan dengan urutan like video dari para peserta.Salah satu dari Grand Finalis Lomba Pidato Trio adalah Tim perwakilan dari MAN 1 Kota Malang. Tim “Pithik Jago” yang terdiri dari M. Fachrezy Firdaus (XII-B), Nadia Izzatul Ulya (XII-B), dan Saskia Prisilia N. (X-E) membawakan pidato berjudul “Transformasi Ideologi Pancasila dalam Refleksi Peristiwa Lubang Buaya”.

 Tim Pithik Jago mendapat urutan tampilan nomor 1 dan berhasil membawakan pidato dengan apik sehingga mendapat applause meriah dari audience. Sajian apik ini juga yang kemudian mengantarkan tim MAN 1 Kota Malang berhasil meraih Juara 2 di ajang tingkat Nasional ini.

 Proses latihan dan eksplorasi naskah dilakukan oleh tim Pithik Jago selama 2 minggu, dengan latihan intensif juga memperkaya referensi tentang fakta sejarah dibawah bimbingan guru Ella Jayahuda Prasety,S.Pd dan Eka Wijayanti,S.S., akhirnya Tim MAN 1 Kota Malang mampu mempersembahkan sajian pidato yang merepresentasikan makna Hari Kesaktian Pancasila.

 “Kami sangat bangga dan yang terpenting kami jadi mengerti bagaimana sejarah perjuangan bangsa ini, melalui event ini, kami merasa memiliki tanggung jawab bersama untuk terus bersemangat Pancasila.” Demikian yang disampaikan oleh Fahrezy, selaku ketua tim Pithik Jago. Nama Pithik Jago sendiri diambil dari kutipan teks pidato yang merupakan pesan dari Sri Aji Jayabaya, bahwa kita harus waspada terhadap berbagai bentuk upaya disintegrasi bangsa.

 Salah satu juri yang juga purnawirawan TNI, Letkol Purn. Drs.Didi Riyadi, M.AP., menyampaikan, “Sebagai pendatang baru yang masih pertama kali mengikuti lomba ini, prestasi adalah capaian yang luar biasa, penyampaian bagus dan bisa lebih ditingkatkan, selamat kepada kalian.”

Beliau juga menambahkan, “Melalui lomba ini, kami harap generasi muda mampu mengingat dan memahami sejarah. Serta memaknai perjuangan pahlawan. Karena selama para pemuda masih mengingat sejarah, maka bangsa ini akan terus maju dan terhindar dari berbagai ancaman”.

 Semoga semangat Pancasila selalu hadir dan tumbuh dalam langkah kita, memberi bakti nyata bagi Indonesia. Merdeka!! (HUMAS)