Semarak Hari Pertama Seleksi PMBM Jalur Prestasi MAN 1 Kota Malang 2026, Diawali Apel Pagi hingga Uji Potensi

Semarak Hari Pertama Seleksi PMBM Jalur Prestasi MAN 1 Kota Malang 2026, Diawali Apel Pagi hingga Uji Potensi

Malang - Rangkaian seleksi Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Jalur Prestasi MAN 1 Kota Malang Tahun Pelajaran 2026/2027 resmi dimulai pada hari Sabtu, 7 Maret 2026. Antusiasme para calon peserta didik berprestasi ini sudah terlihat sejak pagi hari saat mereka berkumpul untuk mengikuti apel pembukaan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan (Wakasis), Bapak Septian Adi, M.Pd., memberikan sambutan sekaligus suntikan motivasi yang hangat kepada seluruh peserta. Beliau berpesan agar para calon bintang madrasah ini tetap menjaga semangat, percaya diri pada kemampuan masing-masing, dan tidak lupa mengawali setiap tahapan tes dengan doa agar diberikan kelancaran.

Usai pelaksanaan apel pagi, para peserta langsung diarahkan menuju ruangan masing-masing untuk menjalani tahapan seleksi yang pertama, yakni tes psikologi. Guna menjaga objektivitas dan kualitas penilaian, pelaksanaan tes psikologi tahun ini menggandeng tim profesional dari Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Instrumen tes psikologi ini diaplikasikan secara komprehensif untuk memetakan potensi akademik, kecerdasan emosional, serta minat dan bakat bawaan dari setiap peserta. Pemetaan ini sangat penting bagi madrasah sebagai landasan awal dalam membina dan mengarahkan potensi siswa secara tepat di masa mendatang.

Setelah merampungkan tes psikologi, rangkaian seleksi hari pertama dilanjutkan dengan dua tahapan krusial lainnya, yaitu tes wawancara dan tes Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ). Sesi wawancara difokuskan untuk menggali lebih dalam mengenai rekam jejak prestasi, motivasi belajar, serta kesiapan mental peserta untuk menempuh pendidikan di madrasah. Sementara itu, tes BTQ menjadi standar mutlak yang menegaskan identitas MAN 1 Kota Malang sebagai lembaga pendidikan berkarakter Islami. Melalui tes ini, para penguji memastikan bahwa setiap calon peserta didik memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis Al-Qur'an yang baik sebagai bekal mengikuti program pembinaan keagamaan secara intensif.