Siswa MAN 1 Kota Malang menjadi Perwakilan Indonesia  dalam ASEAN CHILDRENS'S FORUM Ke-7

Siswa MAN 1 Kota Malang menjadi Perwakilan Indonesia dalam ASEAN CHILDRENS'S FORUM Ke-7

Malang (MAN 1 Kota Malang). Moh. Rofiul Fahmi, salah satu siswa MAN 1 Kota Malang kelas XII IPS 1, pada tahun ini menjadi perwakilan Indonesia di ASEAN CHILDREN’S FORUM (AFC) ke-7. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 15—20 November 2022. Pada 14 November 2022 persiapan dan pendampingan dilaksanakan di Jakarta, lalu pada 15—17 November 2022 acara hari ke-1 s.d. 3 dilaksanakan di Jakarta diisi dengan upacara pembukaan, plenary session 1 “I see”, plenary session 2 “I know”, dan plenary session 3 “I will”.  Lalu pada 18 November 2022 melakukan perjalanan ke Manado. Kegiatan di Manado pada 18—20 November 2022 meliputi plenary session IV “I Dare to Act”, dan meeting with the Minister and Mayor of Tomohon.

AFC adalah sebuah forum yang diadakan dua tahun sekali untuk mempertemukan anak-anak se-ASEAN untuk bertukar budaya, ide, dan pemikiran sekaligus untuk membangun atau meningkatkan partisipasi antar masyarakat ASEAN. Tahun ini Indonesialah yang menjadi tuan rumahnya. Peran Moh. Rofiul Fahmi dalam AFC ini yaitu menjadi salah satu delegasi Indonesia yang akan mewakili aspirasi anak Indonesia terkait dengan tema AFC.

Rofiul menuturkan bahwa dia memang telah aktif dalam Forum Anak, organisasi dalam naungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang berfokus pada bidang partisipasi, pemenuhan hak, dan perlindungan anak di tingkat Kabupaten dan Provinsi, sejak 2019 lalu. AFC ini merupakan buah dari hasil perjalanannya tersebut karena akhirnya dapat menjadi delegasi yang bisa menyampaikan aspirasi anak Indonesia ke pemerintah Indonesia bahkan ASEAN.

Dalam ceritanya, Rofiul telah menempuh beberapa perjalanan selama berkecimpung dalam bidang ini. Pertama, dia menjadi siswa yang lebih harus memanagemen waktu sehingga dapat menyeimbangkan waktu belajar di sekolah maupun di rumah, kegiatan organisasi, serta proses seleksi AFC yang cukup Panjang. Kedua, melewati seleksi pertama hingga akhir dengan menggunakan bahasa Inggris, seperti seleksi administrasi, menulis motivasional letter, portofolio, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait tema AFC. Seleksi lainnya, seperti leaderless group discussion untuk menemukan permasalahan dan solusi pun sempat dilalui oleh Rofiul. Terakhir, melalui tahap tes wawancara oleh Asisten Deputi KEMENPPPA, Unicef, Alumni AFC, dan pewawancara lainnya yang tentunya menggunakan Bahasa Inggris.

Namun, segala yang dilalui Rofiul membuahkan hasil indah karena tidak semua anak dapat menjadi perwakilan dalam AFC ini. Banyak pengalaman seru dan baru yang didapat selama mengikuti kegiatan AFC ini.

Harapannya, Semoga Rofiul dapat menginspirasi siswa MAN 1 Kota Malang lainnya, menularkan hal baik selama mengikuti kegiatan AFC, dan semoga pada kegiatan AFC selanjutnya, siswa MAN 1 Kota Malang menjadi perwakilan lagi. (Humas)