“Satu Komando! MAN 1 Kota Malang & Kemenag Satukan Tekad Bangun Lembaga Bebas Korupsi”
Malang, 11 Juni 2025. MAN 1 Kota Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya integritas dan tata kelola yang bersih melalui kegiatan bertajuk "Penguatan Ekosistem Integritas di Lembaga Pendidikan". Acara yang berlangsung di masjid Darul Hikmah MAN 1 Kota Malang ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Malang, Achmad Shompton, S.HI., M.Ag, para guru, tenaga kependidikan, Kepala Madrasah se-KKM MAN 1 Kota Malang, perwakilan orang tua siswa dan perwakilan siswa.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala MAN 1 Kota Malang, Dr. Sutirjo, M.Pd, yang menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang bersih, jujur, dan berintegritas tinggi. Beliau menyampaikan bahwa integritas bukan hanya menjadi slogan, tetapi harus menjadi budaya kerja yang melekat di setiap insan madrasah.
“Budaya integritas harus ditanamkan sejak dini, dan lembaga pendidikan memiliki peran sentral dalam membentuk karakter generasi bangsa,” ujar Dr. Sutirjo dalam sambutannya.
Selanjutnya, Kepala Kantor Kemenag Kota Malang, Achmad Shampton, menyampaikan arahan dalam kegiatan pembinaan tersebut. Ia menekankan bahwa Kemenag Kota Malang tengah mendorong lembaga-lembaga di bawahnya untuk aktif menguatkan zona integritas sebagai bentuk nyata komitmen reformasi birokrasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan uji coba Aplikasi LENTERA, yang merupakan aplikasi yang digagas oleh Kemenag Kota Malang untuk menghimpun dan mengakomodasi pelaporan kinerja pegawai di lingkungan Kemenag Kota Malang
Sesi pembinaan dilanjutkan oleh Dr. Febrian Taufiq Sholeh, M.Pd.I, Kasi PAIS Kemenag Kota Malang, yang memaparkan strategi utama dalam menanamkan integritas di lingkungan pendidikan melalui pendekatan Trisula Integritas tiga senjata utama pencegahan korupsi dan pelanggaran nilai.
Dalam paparannya, Dr. Febrian menekankan tiga pilar penting:
Membangun Integrasi antar nilai, sistem, dan budaya kerja di dunia pendidikan.
Membangun Ekosistem yang Berintegritas, yaitu lingkungan yang mendukung perilaku jujur dan transparan.
Pemberdayaan Jejaring Pendidikan, melalui kerja sama lintas lembaga dan komunitas untuk memperkuat kontrol sosial dan keteladanan.
Beliau juga menggarisbawahi pentingnya sosialisasi berkelanjutan serta internalisasi nilai-nilai pendidikan secara nyata di kelas maupun kehidupan sekolah sehari-hari. Dengan trisula ini, diharapkan madrasah dapat menjadi benteng integritas di tengah gempuran tantangan moral dan sosial.
Di akhir kegiatan, dilaksanakan pengukuhan duta Anti Korupsi yaitua Ahnaf Fayyadh kelas X D dan Saskia Prisilia kelas X E, juga dari tenaga pendidik yaitu Ibu Chusnul Chotimah, dan Bapak Firdaus Muttaqi. Dari orang tua wali, diwakili oleh Ibu Ninik dan bapak Mesiyadi.
Pengukuhan duta anti korupsi ini sebagai penguatan kesadaran melaksanakan integritas agar seluruh elemen madrasah memahami dan memiliki persamaan persepsi terhadap sikap dan langkah anti korupsi.
Dengan penuh antusiasme, para peserta mengikuti kegiatan hingga akhir, menyatakan kesiapan untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal nilai-nilai kejujuran dan transparansi di lingkungan pendidikan. (HUMAS MAN 1 Kota Malang)