MAN 1 Kota Malang Ikuti Pembukaan OPSI Nasional 2025 di Ubaya: Madrasah Pegiat Riset yang Kian Menginspirasi
Surabaya, 11 November 2025
Suasana semangat inovasi dan kebanggaan menyelimuti kampus Universitas Surabaya (Ubaya) pagi ini saat kegiatan pembukaan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Nasional 2025 resmi dimulai. Ajang bergengsi yang digelar oleh Badan Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) di bawah naungan Puspresnas Kemendikbudristek ini diikuti lebih dari 300 pelajar SMP dan SMA se-Indonesia, termasuk dua tim riset unggulan dari MAN 1 Kota Malang.
MAN 1 Kota Malang mengirim dua tim terbaiknya: Tim Onionix dan Tim Batic, yang keduanya berhasil lolos seleksi nasional berkat karya riset inovatif dan berdampak.
- Tim Onionix, beranggotakan Naura Mardhiyatus Tsalitsah dan Amira Shafa Zahtiva, membawa riset berjudul:
“Studi Farmakologis In Vivo Onionix: Potensi Cinnamaldehyde dan Flavonoid dalam Allium cepa L. dan Cinnamomum burmannii dalam Memodulasi Glikemik Pasien Diabetes Melitus.”
- Tim Batic, beranggotakan Azzarina Asma Al-Husna dan Alicya Anindya Pambudi, mengusung gagasan:
“BATIC: Pemanfaatan Nicotiana tabacum yang Bertransformasi Menjadi Plastik Biodegradable Berbasis Enzim Urease Menutrisi Tanah sebagai Upaya Reduksi dan Valorisasi Limbah Pertanian.”
Riset keduanya tidak hanya menunjukkan kecerdasan ilmiah, tetapi juga kepedulian sosial dan lingkungan, sejalan dengan semangat riset madrasah yang berorientasi green innovation.
“Madrasah bukan sekadar tempat belajar agama, tetapi juga ruang tumbuhnya ilmuwan muda yang visioner dan berakhlak. Kami bangga anak-anak kami mampu bersaing di level nasional dengan riset yang menembus batas,” tutur Dr. Sutirjo, M.Pd., Kepala MAN 1 Kota Malang
Dalam pembukaan OPSI 2025, para peserta dari berbagai provinsi menampilkan parade daerah dan memperkenalkan karya riset unggulan masing-masing. Tim Onionix dan Batic tampil penuh percaya diri mengenakan seragam khas madrasah, membawa identitas MAN 1 Kota Malang sebagai madrasah riset unggulan.
Kegiatan ini juga menjadi simbol kolaborasi antara madrasah dan perguruan tinggi. Kehadiran guru pembimbing serta dukungan penuh civitas MAN 1 Kota Malang menambah semangat kedua tim untuk menunjukkan kualitas riset di hadapan dewan juri nasional.
“Kami membawa semangat ilmuwan berakhlak, berdaya, dan berdampak. Semoga ini bukan sekadar lomba, tapi langkah awal melahirkan inovasi yang menebar manfaat,” ungkap Naura Tsalitsah, salah satu anggota tim Onionix.
Keberhasilan MAN 1 Kota Malang menembus OPSI Nasional 2025 mempertegas reputasi madrasah sebagai pelopor madrasah riset. Dengan bimbingan para guru sains dan dukungan laboratorium kolaboratif bersama universitas, siswa MAN 1 Kota Malang kini mampu bersaing dengan sekolah umum unggulan.
Ajang OPSI 2025 menjadi panggung pembuktian bahwa siswa madrasah tak hanya unggul dalam spiritualitas, tetapi juga dalam sains dan inovasi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa madrasah bisa berdiri sejajar, bahkan melampaui, dalam bidang riset ilmiah. Ini adalah bukti nyata transformasi pendidikan madrasah,” ujar Dr. Sutirjo.
Dengan dukungan penuh dari madrasah, keluarga besar MAN 1 Kota Malang optimis bahwa keikutsertaan dalam OPSI 2025 akan menjadi batu loncatan untuk meraih prestasi tertinggi sekaligus menginspirasi madrasah lain di Indonesia.
Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi perjalanan spiritual dan intelektual bagi siswa-siswi madrasah dalam menghidupkan nilai ilmiah, mandiri, dan berakhlak mulia.
(Tim HUMAS MAN 1 Kota Malang)