LIMA GTK MAN 1 KOTA MALANG  MENERIMA SATYALANCANA KARYA SATYA DARI PRESIDEN RI

LIMA GTK MAN 1 KOTA MALANG MENERIMA SATYALANCANA KARYA SATYA DARI PRESIDEN RI

     Malang (MAN 1 Kota Malang). Satyalancana Karya Satya merupakan tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah RI kepada para Pegawai Negeri Sipil yang memiliki loyalitas, kinerja, dan prestasi yang baik dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, Negara, dan Pemerintah, serta penuh dengan pengabdian, kejujuran, kecakapan dan disiplin, sehingga dapat dijadikan teladan bagi pegawai yang lain. Penghargaan Satyalancana Karya Satya biasanya diberikan setiap peringatan HUT RI pada 17 Agustus, tetapi karena adanya pandemi, pemberian penghargaan tersebut terpaksa ditunda, sehingga prosesi pemberian penghargaan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 29 September 2021 pukul 12.00 WIB di Aula MTsN 1 Kota Malang.

     Sebanyak 5 GTK MAN 1 Kota Malang mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya di antaranya, (1) Joko Sugiarto, S.Pd. dengan tanda kehormatan yang dianugerahkan 10 tahun, (2) Jumawan, dengan tanda kehormatan yang dianugerahkan 10 tahun, (3) Erlangga, S.Pd., dengan tanda kehormatan yang dianugerahkan 10 tahun, (4) Hanik Ulfa, S. Ag., M.Pd., dengan tanda kehormatan yang dianugerahkan 10 tahun, dan (5) Istiqomah, S.Pd., dengan tanda kehormatan yang dianugerahkan 10 tahun.

      Penghargaan Satyalancana Karya Satya yang diterima oleh ke lima GTK MAN 1 Kota Malang tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Malang, Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag. penyerahan penghargaan ini didasarkan pada Keputusan Presiden No. 58/TK/Tahun 2021 tentang penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya. Istimewanya, penghargaan yang surat keputusannya dibacakan oleh H. Said Mahfud, S. Sos., Analisis Kepegawaian, ini tidak lagi diberikan berdasarkan yang mengajukan, tetapi langsung diurus oleh urusan kepegawaian berdasarkan umur pengabdian.

      Kepala Kantor Kemenag Kota Malang, Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag., berpesan  agar penghargaan Satyalancana Karya Satya menjadi pelecut untuk bekerja lebih baik dan harus banyak bersyukur, karena di tengah pandemi ini hanya ASN yang tidak terkena imbas secara ekonomi, hal itu berbeda dengan masyarakat bawah dan dunia usaha. Beliau juga menambahkan bahwa seorang ASN harus (1) memiliki kinerja yang baik dengan mengedepankan semangat melayani bukan dilayani, (2) senantiasa berusaha memperkuat mutu kinerja dan tidak asal kerja, dan (3) akuntabilitas, yaitu semua pekerjaan harus bisa dilaporkan dan berdasarkan atas renstra yang direncanakan. (Humas)