Film "Alarm" MAN 1 Kota Malang Sabet Juara 2 Nasional di Energi dan Mineral Festival 2025
MAN 1 Kota Malang kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Lewat karya film pendek berjudul “Alarm”, tim sinematografi MITC (MAGESA IT Club) berhasil meraih Juara 2 Nasional dalam ajang Kompetisi Film Pendek Energi dan Mineral Festival 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Film Alarm mengangkat pesan cinta terhadap alam yang dibalut dengan nilai religius dan spiritualitas Islami. Karya ini menjadi wujud nyata dedikasi pelajar madrasah terhadap misi besar Asta Cita, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan hidup berbasis karakter bangsa.
Kesempatan emas juga diraih saat Mochamad Wahyu Nur Setiawan, sang sutradara dan penata kamera film ini, berkesempatan berfoto bersama Dirut PT Freeport Indonesia, Dirut Antam, Gubernur NTT, serta para pejabat tinggi lainnya dalam Malam Apresiasi Energi dan Mineral Festival 2025. Sebuah pengalaman tak ternilai sekaligus motivasi besar bagi generasi muda madrasah.
Di balik pencapaian ini, hadir peran penting Akhmad Faiq Abdillah, S.Pd, guru pembimbing MITC, yang secara konsisten mendampingi proses produksi mulai dari pengembangan ide hingga tahap akhir penyuntingan. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa film ini bukan sekadar karya seni, tetapi bentuk dakwah kreatif generasi muda.
Apresiasi dan ucapan selamat juga disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Septian Adi Kurniawan, M.Pd, yang menyebut capaian ini sebagai momentum kebangkitan kreativitas siswa dalam menyampaikan pesan edukatif dan ekologis. “Ini bukan sekadar lomba, tapi proses pendidikan karakter,” tegasnya.
Kepala MAN 1 Kota Malang, Dr. Sutirjo, M.Pd, turut memberikan dukungan penuh dan menyampaikan rasa bangganya atas prestasi siswa. “Ini bukti nyata bahwa madrasah mampu bersaing secara nasional melalui karya yang berkualitas dan bermakna. Semangat Asta Cita benar-benar hidup dalam diri siswa-siswa kita,” ujarnya.
Prestasi ini tidak hanya membawa nama harum MAN 1 Kota Malang, namun juga menjadi contoh bahwa generasi madrasah mampu menjadi agen perubahan, membawa pesan kebaikan lewat karya dan kreativitas. (Tim HUMAS MAN 1 Kota Malang)