Branding Kualitas Jurnalistik, MAN 1 Kota Malang Ikuti School Journalism Bersama IJTI dan KOMINFO
Malang — OSIS, Moderasi Beragama, GAPMA, MITC, dan CASTERMANSA MAN 1 Kota Malang ambil peran aktif dalam School Journalism, program kerja sama antara Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya dan KOMINFO. Kegiatan ini merupakan program perdana untuk periode 2025–2028 dan diikuti oleh 52 siswa/jurnalis muda dari berbagai ekstrakurikuler sekolah.
Peogram ini dimaksudkan untuk mencetak jurnalis muda yang kompeten, dengan pelatihan dasar jurnalistik serta pengembangan konten media sosial. Tujuan utamanya adalah memberi ruang bagi siswa untuk berkreasi di bidang media, serta menyebarkan literasi jurnalistik di kalangan pelajar.
Hendro Sumardito, Penasehat IJTI Korda Malang Raya, menjelaskan bahwa IJTI adalah organisasi profesi jurnalis televisi yang berdiri sejak 1998 dan para anggotanya telah tersertifikasi oleh Dewan Pers. Dalam program ini, peserta akan diperkenalkan:
Dasar jurnalis televisi :teknik wawancara, produksi berita, etika jurnalistik
Pembuatan konten media sosial : strategi penulisan, visualisasi, optimasi distribusi
Kecakapan bermedsos : menjadi pengguna yang cerdas sekaligus kreator
Hendro menuturkan, “Kami ingin menularkan minat menjadi jurnalis, sebuah passion agar siswa bisa survive dan masuk ke berbagai lini kehidupan media.”
Hadir dalam acara tersebut Dr. Ida Ayu Made Wahyuni, SH, M.Si, Asisten I Sekda Kota Malang, yang sekaligus mewakili Sekretariat Daerah dan Dinas Perpustakaan Umum Daerah. Ia menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini jarang digelar, sehingga sangat bernilai. Menurut Ida Ayu, generasi muda memiliki banyak pengalaman digital yang bisa dijadikan modal jika diarahkan dengan baik.
Dukungan juga mengalir dari Wali Kota Malang, yang dalam kutipan sambutannya menghargai langkah gerakan literasi media di kalangan pelajar. Ia menekankan bahwa selain melek informasi, siswa harus dibekali kemampuan menyaring dan mengolah informasi agar tidak menjadi konsumen pasif, melainkan aktor kritis di era digital.
Melalui program School Journalism, siswa dilatih tak hanya sebagai penulis berita, tetapi juga sebagai konten kreator inspiratif yang mampu mengelola waktunya, membangun jaringan (network), dan menggunakan ruang publik kreatif seperti co-working space sebagai arena eksplorasi ide.
Kegiatan ini diharapkan mampu “mencetak jurnalis muda kompeten”yang nantinya dapat berkontribusi positif baik di ranah sekolah, komunitas lokal, maupun media massa.
Dengan semangat tinggi, para peserta antusias menyambut setiap sesi pelatihan. Jika diarahkan dengan konsisten, kompetensi jurnalistik yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga di dunia pendidikan, karier media, maupun usaha kreatif digital. (Humas MAN 1 Kota Malang)