Author: admin

Penilaian Akhir Tahun (PAT) merupakan kegiatan penilaian pada peserta didik yang dilakukan di setiap akhir semester sebagai bagian dari penentu kenaikan kelas. PAT tahun pelajaran 2020/2021 di MAN 1 Kota Malang rencananya akan dilakukan mulai tanggal 27 Mei sampai 8 Juni 2021.

            Beberapa hal yang harus dipersiapan menjelang PAT, yaitu Bapak Ibu guru pengajar diharuskan membuat kisi-kisi, soal, dan kunci jawaban. Pembagian tugas dalam pembuatan soal tersebut sesuai dengan Surat Tugas Kepala MAN 1 Kota Malang Ibu Dr. Binti Maqsudah, M.Pd.

            Demi memperlancar pelaksanaan PAT dilaksanakan telaah soal pada hari Jum’at 7 Mei 2021. Tujuan dari diadakannya telaah soal bersama, yaitu untuk menghindari kesalahan dalam pembuatan soal dan kunci jawaban sebelum soal tersebut diujikan kepada peserta didik. Kegiatan telaah bersama dilaksanakan mulai pukul 08.00 sampai pukul 11.00 dan dihadiri oleh seluruh guru pembuat soal dan guru penelaah soal. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula MAN 1 Kota Malang dan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan selama proses pelaksanaannya.

            Pelaksanaan kegiatan PAT tahun ini sama halnya seperti pelaksanaan di tahun pelajaran sebelumnya, yaitu secara daring. Hal tersebut karena disesuaikan dengan keadaan pandemi covid-19 yang masih terjadi saat ini.

Koperasi siswa atau kopsis merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler di MAN 1 Kota Malang. Pengurus Kopsis MAN 1 Kota Malang adalah siswa dari MAN 1 Kota Malang yang dibimbing oleh pembina kopsis dengan masa bakti satu tahun. Sedangkan anggota kopsis adalah seluruh siswa MAN 1 Kota Malang, oleh karenanya koperasi tersebut dari siswa,oleh siswa, dan untuk siswa.

            Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan salah satu wujud pertanggungjawaban pengurus kopsis selama menjalankan tugasnya. RAT  MAN 1 Kota Malang diadakan di aula MAN 1 Kota Malang pada hari Rabu, 5 Mei 2021 pukul 09.00 WIB. RAT tersebut dihadiri oleh pengurus dan masing-masing perwakilan dari setiap kelas, yaitu satu siswa perkelas untuk kelas X, dan dua siswa perkelas untuk kelas XI dan kelas XII. Selain perwakilan siswa dan pengurus, turut hadir Bapak Priyanto, S.E dari Dewan Koperasi Daerah Kota Malang (Dekopinda), Waka Kesiswaan Bapak Iwan Setiawan, S.Pd, Pembina kopsis Ibu Chusnul Chotimah, M.Pd, wali kelas, dan Bk.

Melaksanakan Rapat Anggota Tahunan Kopsis MAN 1 Kota Malang di masa pandemi, tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebelum memasuki area sekolah, anggota RAT harus melalui cek suhu di pos satpam, cuci tangan, dan atau memakai handsanitizer. Selama pelaksanaan RAT yang bertempat di aula, para anggota RAT juga diwajibkan untuk tetap memakai masker dan jaga jarak dengan peserta RAT lainnya.

Kegiatan RAT MAN 1 Kota Malang berisi paparan laporan pertanggungjawaban pengurus kopsis kepada anggota. Selain itu, pada pelaksanaan RAT juga diadakan pemilhan pengurus baru. Ibu Chusnul Chotimah, M.Pd. selaku pembina mengatakan, “Koperasi siswa ini berbeda dengan ekskul lainnya. Jika ekskul lainnya untuk menjadi anggota, siswa harus mendaftar terlebih dahulu, kalau koperasi siswa, setiap siswa baru sudah otomatis menjadi anggota koperasi siswa, karena prinsip dari koperasi siswa adalah dari siswa untuk siswa. Namun, hal itu berbeda dengan pengurus koperasi siswa, jika pengurus wajib melalui pemilihan.”

Berdasarkan hasil pemilihan, telah diputuskan bahwa untuk ketua pengurus Koperasi Siswa MAN 1 Kota Malang tahun 2021-2022 yaitu Yazid dari kela XI MIPA 5. Para pengurus terpilih dilantik langsung oleh Bapak Priyanto, S.E dari Dewan Koperasi Daerah Kota Malang (Dekopinda). Selain sebagai bagian dari ekstrakurikuler, kegiatan ini juga diharapkan sebagai wadah siswa untuk belajar mengelola keuangan dan berorganisasi.

Kegiatan pembelajaran kelas XII di MAN 1 Kota Malang telah selesai sejak pertengahan bulan Februari tahun 2020, yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai persiapan ujian, baik ujian kelulusan amupun ujian masuk perguruan tinggi.  Adanya pandemi covid-19 menyebabkan segala proses persiapan ujian maupun pelaksanaan ujian dilakukan secara daring. Namun, hal tersebut tidak mengahalangi antusias para siswa dalam mengikutinya.

            Berpedoman pada Surat Edaran Dirjen Pendis Nomor: B-298/Dj.I/PP.00/02/2021 tentang penyelenggaraan kelulusan dan kenaikan kelas di Madrasah serta Surat Edaran Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Nomor: B-2355/Kw.13.2.1/4/2021, maka pada hari Senin 3 Mei 2021 kelas XII menerima pengumuman serta berkas kelulusan. Jumlah siswa yang menerima pengumuman serta berkas kelulusan sebanyak 356 siswa, yang terdiri dari jurusan IPA, IPS, Bahasa, dan Agama. Ke-356 siswa tersebut dinyatakan “Lulus 100%”.

            Dalam proses pembagian berkas kelulusan tersebut, dibagi menjadi lima sesi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal tersebut tentu menyesuaikan dengan keadaan pandemi covid-19 yang saat ini masih terjadi. Pembagian berkas kelulusan dilakukan oleh masing-masing wali kelas di ruangan-ruangan yang sudah ditentukan dengan protokol kesehatan. Sesi pembagian tersebut dimulai pukul 08.00 WIB sampai 13.00 dengan durasi satu jam di setiap sesi.

            Selain itu, madrasah juga mengimbau kepada para siswa kelas XII untuk tidak melakukan perayaan kelulusan dengan mencoret-coret baju, berkonvoi atau hal negatif lainnya. Oleh karenanya madrasah bekerjasama dengan orang tua siswa untuk tetap melakukan pengawasan dan kontrol terhadap putra-putrinya. Hal tersebut terlihat pada beberapa siswa yang diantar dan ditunggu oleh orang tuanya selama proses pengambilan berkas kelulusan.

Belakangan ini, banyak semangat orang tua maupun anaknya untuk bisa menjadi seorang hafiz atau hafizah. Oleh karenanya banyak orang tua atau siswa memilih sekolah yang memiliki program Tahfiz Al-qur’an. Salah satu sekolah yang memiliki program Tahfiz Al-qur’an di Kota Malang adalah MAN 1 Kota Malang. Program Tahfiz Al-qur’an di MAN 1 Kota Malang masuk ke dalam program unggulan madrasah yang terintgrasi dengan Ma’had Darul Hikmah MAN 1 Kota Malang.

 Penanggung jawab progam Tahfiz Al-Qur’an Ma’had Darul Hikmah MAN 1 Kota Malang, Ustazah Surotul Lubna mengatakan, “Kunci keberhasilan bias segera menyelesaikan hafalan adalah perlunya sinergi antara siswa, pengajar, dan orang tua. Ibarat burung dalam sangkar, dia akan segera mampu berkicau dan terbang jika induknya secara intensif dan total mendampingi, tanggap atas apa yang dibutuhkan, dan tau bagaimana kondisi anak burung tersebut. Motivasi dan dukungan dari orang tua juga sangat dibutuhkan apapun program pembelajaran siswa. Upgrade motivasi juga sangat penting karena siapapun orangnya baik muda maupun tua pasti ada masa di mana semangat membara dan kadang juga merasa putus asa. Terlebih adalah sistem pengajaran yang diterapkan oleh guru. Hal-hal tersebut merupakan tombak penentu sejauh mana siswa tersebut dapat melangkah, setinggi apa siswa tersebut mampu terbang menggapai tujuan.”

Tahun ini, empat siswi MAN 1 Kota Malang mampu menorehkan prestasi di bidang Tahfiz Al-Qur’an. Keempat siswa ini telah berhasil menyelesaikan hafalan Al-qur’an 30 juz, meskipun pelaksanaannya dilakukan dengan tidak bertatap muka, karena pandemi. Siswa berprestasi tersebut adalah Safina Widaduz Zahra (XII MIPA 5) asal Malang, Fina Alisa Qotrunnada (XII Agama) asal Gresik, Khofifah Khurin Iin (XII Agama) asal Malang, dan Annisa Kharisma (XII Agama) asal Bali. Terdengar isak tangis mereka dan orang tua yang juga tampak hadir secara virtual mendampingi putrinya yang sedang membaca do’a khatmil Qur’an.

Usai khataman, agar kualitas hafalan tetap terjaga, mereka dibuatkan program muraja’ah bersama. Setiap hari para hafizah berpasangan untuk melakukan muraja’ah dengan ketentuan satu hari seperempat juz, dengan strategi tidak boleh salah lebih dari tiga, agar mereka tetap sungguh-sungguh. Dan bagi yang ingin menambah muraja’ah juga dipersilahkan, yaitu di luar jam taklim sesuai kesepakatan waktu dengan ustaz atau ustazah mereka.

Semoga pencapaian mereka menjadi motivasi untuk kita semua, karena Allah menjanjikan pahala berlipat bagi para penghafal Al-qur’an. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, “Penghafal Al-qur’an nanti akan datang seraya Al-qur’an berkata kepadanya, ‘Ya Tuhan, pakaikanlah dia sebuah pakaian yang baik lagi baru’ Selanjutnya pengafal Al-qur’an itu diberi mahkota kehormatan.” (HR. Turmudzi)

Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI melalui laman resminya pada 8 Maret 2021 mengumumkan adanya seleksi Instruktur Nasinaol (IN), Fasilitator Provinsi (Fasvinsi), dan Fasilitator Daerah (Fasda). Pendaftaran online dibuka mulai 8 Maret-25 Maret  2021, dan diminati oleh ribuan pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia.

            Di antara ribuan pendaftar tersebut salah satunya adalah guru dari MAN 1 Kota Malang, yaitu Ibu Dra. Dyah Istami Suharti, M.KPd. dan Ibu Chusnul Chotimah, M.Pd. Melalui serangkaian seleksi yang cukup ketat, akhirnya pada 17 April 2021 beliau berdua dinyatakan lolos sebagai Instruktur Nasional, yaitu  Ibu Dra. Dyah Istami Suharti, M.KPd. Bidang Biologi MA dan Ibu Chusnul Chotimah, M.Pd Bidang Ekonomi MA.

            Dalam wawancara singkat, Ibu Dyah berbagi cerita mengenai proses seleksi IN, “Memang kita harus foKus pada bidang kita masing-masing, yakin bahwa pasti mampu untuk bersaing, namun niat saja tidak cukup, saya juga harus mempersiapkan hal-hal yang sekiranya dibutuhkan untuk seleksi Instruktur Nasional ini.”  Beliau juga menambahkan bahwa dalam berbagai hal tidak boleh lepas dari doa, “Selain memaksimalkan kompetensi yang saya miliki,  saya juga tidak lupa untuk berdoa dan berserah kepada Allah. Dan Alhamdulillah saya lolos sebagai Instruktur Nasional.”

            Senada dengan Ibu Dyah, dalam kesempatan yang sama Ibu Chusnul Chotimah mengatakan bahwa, “Memaksimalkan kompetensi dan mempersiapkan materi untuk seleksi IN adalah hal yang sangat penting. Namun jangan lupa untuk berdoa semoga diberi yang terbaik, karena doa dan kemampuan mampu menambah kepercayaan diri kita, bahwa yakin akan lolos. Dan Alhamdulillah tahapan seleksi berjalan lancar sampai akhir, dan saya dinyatakan lolos sebagai IN PKB Bidang Ekonimi MA.”

            Dikutip dari laman pendis.kemenag.go.id, dengan adanya Instruktur Nasinaol (IN), Fasilitator Provinsi (Fasvinsi), dan Fasilitator Daerah (Fasda) diharapkan kedepannya guru-guru madrasah terus mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan profesionalitas dan kreatifitas.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memberikan Pelatihan Karya Tulis ilmiah ditingkat SMP/MTs dan SMA/MA. Pelatihan ini diadakan di lima titik di Indonesia, yaitu Majalengka, Gorontalo, Kediri, Kota Malang, dan Banyuwangi, namun untuk di Banyuwangi di tiadakan. Kegiatan di Kota Malang, LIPI berkolaborasi dengan MAN 1 Kota Malang. Pelatihan Karya Ilmiah ini diikuti oleh bapak/ibu guru serta siswa-siswi dari berbagai penjuru nusantara. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari mulai dari tanggal 26-28 April 2021.

Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah yang mengusung tema “Dalam Rangka Menumbuhkembangkan Budaya Penelitian dan Optimalisasi Potensi Siswa dan Guru dalam Pembuatan Karya Ilmiah” dihadiri secara langsung oleh Kankemenag Kota Malang, Dr. H. Muhtar Hazawai, M.Ag, serta Kepala MAN 1 Kota Malang, Dr. Hj. Binti Maqsudah, M. Pd. Peserta pada kegiatan ini dibagi menjadi 3, yaitu pelatihan untuk guru pendamping, dan siswa di bidang sains dan soshum.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Malang Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Ag. menyampaikan, ” Kami sangat mengapresiasi adanya kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh LIPI ini. Di mana LIPI telah menggandeng madrasah dalam kegiatan ini. Tentu hal ini akan membawa dampak positif terhadap penguatan kemampuan madrasah di bidang karya ilmiah dan riset. Semoga ke depannya kegiatan semacam ini dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak siswa dan guru madrasah yang ikut serta”.

Kepala MAN 1 Kota Malang Ibu Dr. Binti Maqsudah, M.Pd. menyambut baik diselenggarakannya acara ini, “LIPI berupaya untuk memberikan pelatihan karya tulis ilmiah baik tingkat SMP/MTS dan SMA/MA. Yang dilatih adalah guru-guru pendamping/pembimbing, siswa bidang IPA dan IPS. Dari LIPI memberikan perwakilannya kesini, jadi narasumbernya langsung dari LIPI. Dari ke empat tempat yang ditempati kegiatan LIPI, yang paling baik adalah MAN 1 Kota Malang, dari mulai segi jaringan, dari sikap, dan respon siswa. Dan ini amat bermanfaat sekali untuk kedepannya bagi guru pendamping/pembimbing, maupun bagi siswa yang akan mengikuti lomba karya ilmiah.”

Antusiasme para peserta sangat tinggi, terlihat dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan kepada pemateri dari LIPI untuk menjawab keresahan mereka dalam menulis karya ilmiah. Salah satu peserta, yaitu siswi dari MAN 1 Kota Malang Najja sangat senang dan anatusias dengan diselenggarakannya kegiatannya ini,”Alhamdulillah dengan ikut acara ini saya dapat lebih banyak ilmu yang belum saya tahu. Seperti cara membuat proposal yang benar, cara melakukan penelitian yang benar, dan diberi tips bagaimana ketika lagi presentasi. Dan saya juga senang, karena bisa berkesempatan dapat tutor langsung dari LIPI.”

Kegiatan ini diikuti oleh 41 sekolah dari 6 provinsi di Indonesia, dengan tiga narasumber dari LIPI. Untuk dapat bergabung di kegiatan ini, para peserta tentu harus melalui seleksi yang cukup ketat. Kondisi pandemi saat ini menyebabkan tidak semua peserta dapat hadir di MAN 1 Kota Malang, jadi metode penyampaian materi baik bagi peserta yang hadir maupun yang mengikuti dari rumah tetap menggunakan media zoom meeting. Pada kegiatan pelatihan ini para peserta diberi materi mengenai cara memilih topik penelitian, permasalahan, cara menulis proposal dan karya ilmiah, dsb. Kegiatan ini dilakukan tentunya untuk menyiapkan para peserta dalam mengikuti berbagai lomba karya ilmiah baik tingkat nasional maupun internasional.

Marhaban ya Ramadhan, Marhaban ya Syahrussiyam. Telah datang bulan Ramadhan, bulan suci yang ditunggu-tunggu seluruh umat Islam. Meskipun dalam satu tahun terakhir ini, umat Islam melaksanakan Ibadah Ramadhan yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena adanya wabah covid-19. Namun, hal ini tidak menyurutkan civitas MAN 1 Kota Malang dalam mengadakan kegiatan Pondok Ramadhan yang menjadi tradisi setiap tahunnya meski dengan metode pelaksanaan yang berbeda.

Tahun ini Pondok Ramadhan dilakukan dengan dua metode dan dilaksanakan selama lima hari yaitu mulai Senin, 19 April sampai 23 April 2021. Metode pertama, dalam bentuk daring via zoom meeting bagi siswa yang berdomisili luar kota Malang dan siswa diwajibkan membuat laporan kegiatan melalui googleform. Kedua, dalam bentuk luring bagi siswa berdomisili Kota Malang (dengan syarat mendapatkan izin dari orang tua), tentu dengan tetap melaksanakan serta mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan.

Pada pembukaan kegiatan Pondok Ramadhan, Kepala MAN 1 Kota Malang Dr. Hj. Binti Maqsudah, M.Pd. mengatakan “Bulan Ramadhan adalah bulan untuk melakukan evaluasi diri atau muhasabah, baik itu ibadah atau kesalahan yang telah kita lakukan sebelum bulan Ramadhan. Ibadah Ramadhan dapat melatih seseorang untuk meningkatkan ketakwaan, menjaga hawa nafsu, dan mengendalikan diri kita baik perkataan atau perbuatan yang kurang bermanfaat.” Beliau juga menambahkan, “Salah satu hikmah dari puasa kita bisa menggapai derajat ketakwaan, kita juga bisa menjalankan amalan sebagai wujud ketakwaan kita, seperti tadarus atau shalat malam. Oleh karena itu kami berharap melalui pondhok ramadhan kita bisa meningkatkan ibadah dengan maksimal agar derajat ketakwaan bisa dicapai.”

Pondok Ramadhan secara luring dilaksanakan sebagai bentuk simulasi pertemuan tatap muka terbatas yang telah ditetapkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang. Sesuai dengan paparan Ibu Dr. Hj. Binti Maqsudah, M.Pd. pada pembukaan Senin lalu yaitu untuk meningkatkan derajat ketakwaan, maka kegiatan yang dilakukan oleh siswa-siswi MAN 1 Kota Malang selama mengikuti Pondok Ramadhan berupa tadarus, shalat dhuha berjamaah, dan mendengarkan materi berkaitan dengan fikih puasa yang disampaikan secara langsung oleh guru mapel Keagamaan.